Teknologi YCAT Pada Yamaha Lexam


Pertengahan Maret 2011 lalu, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia telah meluncurkan motor terbarunya di Bali yang diberi nama Yamaha Lexam. Motor ini merupakan spesies baru motor berjenis moped yang bertransmisi automatic. Pihak Yamaha mengklaim, Yamaha Lexam memiliki desain yang mewah dengan transmisi matik yang membuat lexam mudah dan nyaman saat dikendarai. Disamping itu Lexam memiliki keunggulan dengan teknologi baru YCAT- Yamaha Compact Automatic Transmission, sehingga membuat mesin lebih tahan lama, getaran dan suara lebih halus.

Teknologi ini sendiri dirancang selama 7 tahun, mengadopsi teknologi CVT seperti yang digunakan oleh skutik Yamaha lainnya. V-belt yang terdapat pada Lexam memiliki ukuran yang lebih pendek dari motor matic lainnya sehingga membuat akselerasi, tarikan lebih responsif.

Tantangan utama saat pembuatan model ini, akibat jarak belt yang lebih pendek hingga 70 % membuat panas akibat gesekan antara v-belt dengan pully, gear dan sebagainya terlalu tinggi. Untuk itu itu, Lexam telah dibekali sistem pendinginan yang cukup.
Kata lexam berasal dari bahasa Latin Levamentum yang berarti nyaman. Yamaha lexam memang menyasar segmen kalangan yang lebih mengutamakan kenyamanan dalam berkendara.
Selain dibekali teknologi yang handal, motor Yamaha Lexam juga dibekali fitur-fitur baru dan desain stylish. Salah satu fitur baru pada motor ini yakni smart brake lock atau rem parkir pintar. Desain Lexam dibuat oleh desainer yang pernah menciptakan Yamaha R-1, motor gede Yamaha yang cukup laris di pasar global. Kesan futuristik muncul di beberapa bagian dengan sudut-sudut tajam seperti pada lampu sein depan dan di area pijakan kaki.

Modifikasi Yamaha Nouvo Full Audio


Motor Yamaha Nouvo tahun 2002 ini telah dimodifikasi dengan konsep Audio Entertainment Bike. Pemiliknya bernama Made Sumartha, seorang pecinta modifikasi asal Jalan Tukad Balian Denpasar-Bali. Made Sumartha mengaplikasikan konsep entertainment bike dengan memanfaatkan body panjang Yamaha Nouvo. Disamping dipasangi audio, motor ini juga mengalami beberapa perubahan seperti bagian knalpot model impact milik Honda Beat, variasi as roda dengan stainless steel tajam biar lebih sangar dan velek power 14 inch depan dan belakang. Pengerjaan modifikasi ini dilakukan selama 5 bulan, dengan melibatkan modifikator handal Gung Dharma.




Kualitas suara yang dihasilkan dari sebelas speaker yang ada di motor ini cukup jernih dan bertenaga. Untuk memberi pasokan daya listrik, motor ini dilengkapi dengan aki berdaya 50 watt. Head unit nya juga dilengkapi dengan colokan usb, sehingga bisa memutarkan lagu-lagu dari flash disk.
Menurut Made Sumartha, kelebihan motor ini biarpun telah mengusung berbagai perangkat audio, motor ini masih bisa dikendarai dengan normal. Dengan dilengkapi kabel charger, disaat parkirpun audio motor ini bisa dinyalakan sambil dicharge. Hanya saja, kalau hujan motor ini harus cepat-cepat ditutup dengan cover plastik untuk melindungi system kelistrikan dan audio dari percikan air.

Spesifikasi :
Audio :
Power Monoblok Metallic
Power 2 Chanel Venom
2 Twitter JBLTitanium
4 Speaker untuk vokal Merk Rogers
4 Speaker Intersys
2 Speaker Swiss
1 Subwoofer Harmonic Drive
TV Sliding Symbion
Dvd Head Unit Sony—bisa USB/ Radio connect ke HP
Pre-Amp Sansui
Capasitor Bank Sansui 5 Farad
Kabel-Kabel Silver Link & Quick Silver

Kaki-kaki :
Velek power 14 inch depan dan belakang
Roda depan 14x90x80
Roda belakang 14/ 140/ 70
Shockbreaker belakang Gazi

Aksesori :
Head Lamp Mio Soul
Spion Independen
Selop stang Brembo
Lampu belakang Nouvo Thailand
Handle rem depan/ belakang Moto Gp
Tutup kipas mesin Yamaha (Aluminium)

Body :
Cat silver glitter
Motif tengkorak timbul ditambah motif lidah api
Chasis sebelah kiri dipotong lalu digeser 2 inchi
Lampu dan body depan Mio Soul

Pengerjaan :
Modifikator : Gung Dharma
Lama pengerjaan 5 bulan (bertahap)

Prestasi :
The Best Entertainment Bike Djarum Black Motodify 2010 Denpasar

by : eka_DOT

Safari Jeep Club Bali taklukkan alam liar Banyuwangi


Para jeeper yang tergabung dalam Safari Jeep Club (SJC) Bali menjajal keperkasaan alam liar di kawasan Merubetiri National Park yang berlokasi di Dusun Sukamade kecamatan Pesangaran Banyuwangi jawa timur beberapa waktu lalu,para penggila tantangan alam liar ini selain menjajal medan dikawasan tersebut juga melakukuan bakti sosial dan tirtayatra di Pura Blambangan Muncar Banyuwangi.
Safari Jeep Club yang berdiri tahun 2009 dan baru beranggotakan 65 orang ini seakan telah kehabisan medan untuk dijajal di Bali. Bagaimana tidak, hampir tiap minggu para jeeper mania ini menjajal berbagai tantangan alam yang ada di Bali.
Merasa tidak ada tantangan yang cukup berat untuk ditaklukkan lagi, para offroder ini melirik alam liar Banyuwangi sebagai lokasi untuk mencari tantangan baru, dan lokasi yang dipilih yakni Dusun Sukamade,Desa Sorongan kecamatan Pesanggaran kabupaten Banyuwangi , di kawasan Taman Nasional Merubetiri ini tersedia berbagai jenis tantangan, mulai dari yang normal, biasa hinga tantangan ekstrem yang cukup untuk melepas hormon adrenalin mereka.


Perjalanan panjang menuju lokasi offroad di Banyuwangi diawali di lapangan Puputan Badung dengan mengelar doa bersama di Pura Jagatnatha untuk memohon keselamatan dalam perjalanan, persembahyangan diikuti oleh para peserta dan keluarga sementara total mobil yang ambil bagian berjumlah 15 unit mobil ofroad 4 x 4. Usai sembahyang para peserta mendapatkan pengarahan dari ketua Safari Jeep Club Bali, Raharja.
Perjalanan jauh yang dimulai jumat sore pada tangal 25 maret 2011 ini diawali dengan pengecekan kembali semua komponen mobil agar dalam kondisi prima ketika dalam perjalanan maupun ketika diajak menaklukan berbagai tantangan, perjalan menuju tanah Banyuwangi dimulai dilapangan puputan badung pukul 18 00 kemudian berkonvoi menuju Pelabuhan Gilimanuk Jembrana, dalam perjalanan sejumlah offroader dari Jembrana bergabung dalam konvoi sehing membah panjang iringin-iringan konvoi jepeer Bali ini. Perjalanan menuju pelabuhan Gilimanuk ditempuh cukup singkat hal ini diakarenakan para jeeper sangat piawai dalam mengendariai mobil. Banyangkan, medan buruk saja bisa dilalui dengan santai apa lagi medan jalan raya yang mulus seolah olah tidak ada apa-apanya bagi mereka. Tiba di Gilimanuk para offroder ini mengantri sejenak untuk naik kapal menuju pelabuhan Ketapang Banyuwangi, sembari meunggu merek kembali mengeceka berbagai persiapan termasuk kondisi mesin dan lain lain,usai mendapatkan kapal fery semua mobil masuk kapal, setelah 30 menit berada di dalam kapal akhirnya kapal merapat dan melempar jangkar di pelabuhan Ketapang pada pukul 22.00.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Pura Agung Blambangan yang berlokasi di Desa Tembok Rejo kecamatan Muncar Banyuwangi. Dengan formasi konvoi peserta mengeber mobil mereka ditengah malam melewati berbagai kota dan desa dikecamatan Banyuwangi, tiba di Pura Agung Blambangn pada pukul 24.00 para peserta berintirahat sejenak sembari minum kopi dan membersihkan diri sebelum menuju utama mandala Pura Agung Blambangan. Setelah semua siap para jeeper melakukan persembahyangan bersama , persembahyangan dipimpin seorang pemangku setempat dan berlangsung khusuk ditengah malam. Usai sembahyang para peserta secara spontan berdana punia untuk membantu peningkatan infrastruktur pura dan SDM wargaHhindu Jawa dikawasan Muncar ini.
Usai sembahyang para peserta acara yangt bertajuk "Safari Jeep Club goes to Java" ini menginap disalah satu rumah peserta offroad selama semalan ,di rumah Mohamad Sujaini peserta dijamau dan mengabiskan satu malam unutk persiapan besok menghadapi tantangan yang sesunguhnya alam liar Banyuwangi.

Pagi hari pada tangak 26 maret 2011 para offroder ini telah bersiap-siap unutk menghadapi tantangan berbagai persiapan kembali dicek,dan yang paling penting adalah pengecekan kondisi mobil , semua ofrfroder tampak serius menguatak atik mesin dibantu seorang mekanik yang sekaligu merangkap offroader para peserta memeastika semua komponen berfungsi maksimal agar mampu berkerja optimal pada saat dibutuhkan.usai pamitan kepada pemilik rumah perjalan langsung dilanjtkan menuju dusun sukamade,desa sorongan kecamtan pesanggaran kabvupaten Banyuwangi perjalan ini bukan perjalanan iasa ini perjalan penuh tantngan baik dari segi waktu dan rute yang dilalaui unutk menuju lokasi dusun sukamde saja diperlukan kurang lebih lima jam perjalan yang melelehakan dengn melewati berbagai kota dan desa perjalan in sungguh mnejadi petuangan sejati.dalam perjalan meuju desun sukamade iring iringan konvoi ini menjadi pusat perhatian masyarakat tidak saja di jalan jalan utama sambutan meriah juga diperlihatkan warga desa di desa terpencil disepanjang jalan menuju dusun Sukamade.
Jalan panbjang ini men uju dusun sukamade diawali dengn menyerahkan sumbangan dari anggota Safari Jeep Club Bali kepada sdn barurejo 2 desa Silir Agung Banyuwangi, bantuan ini berupa buku tulis sembako dan sejumkah uang tunai,bantuan diserahkan penasehat Safari Jeep Club Semerta Yasa diterima sejumlah guru dan disaksikan murid murid SD yang berada di pedalaman Banyuwangi ini . salah satu guru bejo menyatakan salut dan trimaksihnya kepada rombongan offroder ini atas bantuanya

Dari segi rute perjalan menuju dusun sukamade memang sangat jauh dan melelahkan para peserta harus melewati berbagai jenis tantangan mulai menyusuri hutan jati,perkebunan karet dan kakao,meski melellahkan inilah yang dicri para ofroader ini tantangan alam liar,semakin ekstrem semakin menyenngkan begitulah tampak tergambar dari perilaku para offroader ini sedikitpun tidak ada rasa takut meski ada namun itu justrua adalah bahan bakar unutk bis amengatasi tantngan seperti yang terlita ketika meuruni sebuah anak sungai yang cukup terjalan ,medan ini menjadi santapan lezat para offroder ini banyak yang berhasil melewatri tantangan ini baiak dengan cepat dan akurat maupun harus mencoba beberapakali baru berhasil,dimedan ini ada juga yang tidask berhasil karena berbagai masalah teknis mobil maupun skill driver itu sendiri.yang tidak berhasil melewati tantangan ini harus rela mobilnya diderek untuk keluar dari kubangan lumpur terdapat sejumlah mobil harus diderek oleh sebuah mobil hard top. berhasil menaklukkan tantangan terjalnya anak sunagai di hutan jati ini bukan berarti berakhirnya tantangan ternyata semakin banyak tantangan yang ditemukan dan kondisi ini mengembiran bagi offroader Bali, tantangan adalah kegembiraan dan kepuasan pribadi jika bisa melewati rintangan yang ada .
Usai menikmati pemdangan diobjek wosata alam ini rombongan off roader bertolak ke Bali jalan yang diikutipun masih sama lengkap dengan tantangannya namuan yang paling merisaukan romboingan ini adalah naik nya air sungai sehinga mobil tidak bisa lewat karena malam sebelumnya sempat turun hujan lebat,jika air sungai ini naik perjalan haru memutar danb memekan waktu lebih lama,unutnglkah air sungai masih normal dan semua rombongn bis ameliwatinay dengan baik tingakl satu tantangan lagi melewati bukit yang disehari sebelumnya telah melewat bukit ini ,sukses kelaur dari bukit ini sudah mulai tampak jalkan aspakl dipedesaan yang artinya kenyaman dan keamanan berkendaraan terjamin yang artinya percepatan meunuju Bali.

by : Made_Ali
thanks to: Safari Jeep Club Bali


Honda Vario 2009 - Airbrush Grafis



Motor Honda Vario tahun 2009 initelah dimodifikasi dengan konsep Airbrush Grafis. Pemilik motor ini bernama Sono, seorang penggemar otomotif asal Desa Keliki Tegalalang. Sono juga tercatat sebagai anggota Klub FRT (Family Racing Team), sebuah klub sepeda motor yang ada di Tegalalang.
Nah, untuk mewujudkan motor idaman, Sono kemudian merombak motor matik-nya ini. Bagian yang diganti seperti bottom, roji peleng, kaliper dan cakram. Demikian juga halnya dengan master rem, shockbreaker dan ban standar diganti dengan spek modif. Biar akselerasi lebih mantap, motor vario ini juga dilengkapi dengan gas spontan Yoshimura.




Modifikasi juga mengarah ke bagian sadel dengan menggunakan jok model retro. Sesuai dengan tema airbrush grafis, proses pengecatan mendapat perhatian khusus. Pengecatan body dan airbrush dilakukan di Bengkel Tegal Airbrush-Ubud, sementara pemasangan variasi lain dilakukan di Bengkel FRT selama 1 bulan. Menurut Sono motor ini dimodifikasi untuk persiapan turun di ajang kontes. Modifikasi menghabiskan biaya sekitar 5 juta rupiah.




TMS Bali Contest Series 2011


Satu lagi ajang kontes modifikasi digelar di Bali tahun ini. Kontes yang digagas sebuah klub otomotif ini akan diadakan di 6 kabupaten dan berlangsung hingga bulan mei 2011. TMS Bali Contest Series 2011, mengambil motto “jalani modifikasi dengan cinta”, seri pertama kontes ini telah digelar Minggu, 20 Februari lalu. Bertempat di Lapangan Parkir Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta Tabanan, kontes ini diikuti lebih dari 100 motor yang sebagian besar berasal dari lokal Tabanan. Tercatat 10 kelas dilombakan dalam ajang ini, seperti kelas Funky, Pemula, Accessories, Airbrush Dan Kelas Racing Look. Disamping itu, panitia juga akan memilih peserta yang berhak menyandang predikat The Best Club dan The Best Bike Club.

Menurut Chandra dari TMS Club, kontes ini terbuka untuk umum, baik perseorangan maupun klub lokal Bali. Penilaian dalam lomba diutamakan pada penampilan performa luar, murni show bike, jadi tidak termasuk sektor mesin. Biaya pendaftaran per kelas 125 ribu rupiah, dan tambahan 50 ribu rupiah untuk tambahan setiap kelas yang diikuti. Peserta juga boleh mengikuti lebih dari satu kelas dengan syarat motor sesuai dengan regulasi masing-masing kelas.

Usai di Tabanan gelaran TMS Bali contest series akan berlanjut di Gor Mengwi Badung 27 Februari, di Lapangan Timur Renon-Denpasar 13 Maret, Lapangan Parkir Terminal Gianyar 27 Maret, Gor Swecapura Klungkung 10 April, dan di Gor Bhuana Patra Singaraja 1 Mei 2011 mendatang.
Motor peserta yang sudah mendapatkan juara satu di masing-masing kelas di tiap seri, tidak diperbolehkan ikut di seri selanjutnya. Disamping itu, seluruh peserta yang meraih juara satu di tiap kelas berhak mengikuti seri Final Battle yang akan berlangsung di Gor Ngurah Rai Denpasar 29 Mei 2011 mendatang.


Tsuyoshi Shinjo, dari Lapangan Baseball ke Sirkuit Motocross



Inilah sosok mantan atlet bisbol profesional asal Negeri Sakura yang kini bermukim Di Bali, Tsuyoshi Shinjo. Sebelum tinggal di Bali, pria asal Tsushima-Nagasaki Prefecture Jepang ini sangat tenar di arena Baseball. Setelah 9 tahun bermain di Liga Nasional Jepang bersama Klub The Hanshin Tigers, Shinjo kemudian hijrah ke Amerika untuk bermain di Major League bersama Klub New York Metz dan San Fransisco Giants. Pulang dari Amerika Shinjo sempat bermain untuk Klub Hokkaido Nippon Ham Fighters sebelum akhirnya pensiun tahun 2006.
Selain dikenal sebagai bintang lapangan hijau, di Jepang Shinjo juga fenomenal karena kerap menjadi bintang iklan sejumlah produk minuman dan fashion. Disamping itu, ia juga dikenal karena pernah meraih hadiah 100 juta Yen dalam acara Who Wants to be Millioner di salah satu TV swasta di Jepang.





Kini, setelah memiliki rumah di Bali, pria berusia 39 tahun ini rupanya lebih tertarik menekuni dunia motocross. Hobinya di dunia otomotif ini berawal dari mengoleksi sejumlah motor besar, seperti Harley Davidson, Yamaha, Ducati dan MV Augusta. Namun setelah melihat aksi salah seorang anak buahnya yang bernama Acil di atas motor trail, Shinjo kemudian mulai kecantol dengan motocross. Kesukaan akan motocross diwujudkan dengan mengoleksi sejumlah motor Spesial Engine, keluaran Kawasaki, Suzuki, dan Husqvarna. Lebih gila lagi, Shinjo kemudian membangun sebuah sirkuit semi permanen di sebidang lahan kosong di Banjar Buana Sari, daerah Bukit Pecatu Jimbaran. Di lahan seluas hampir satu hektar inilah shihjo-san dibantu asistennya Yu Ohara, membuat sirkuit yang diberi nama Dog Boss Sirkuit.
Panjang lintasan sirkuit sekitar 900 m dengan tingkat kesulitan sedang dengan 4 jumpingan. Biasanya selain dipakai untuk latihan sendiri, setiap hari Minggu sore sirkuit ini juga dipakai latihan untuk para penggemar motocross dari berbagai daerah seperti Pecatu Jimbaran, Sanur Nusa Dua. Disamping itu, sirkuit ini juga telah dipakai tempat penyelenggaraan kejuaraan yang bersifat lokal.

by eka_DOT
thx to : Yu-san


Polda Bali Bentuk Tim Patwal "Lady Bikers"


Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan tamu-tamu VVIP yang berkunjung ke Pulau Dewata, Polda Bali membuat terobosan dengan menyiapkan tim pengawalan yang beranggotakan polwan-polwan berparas ayu. Tim ‘Lady Bikers’ yang dibentuk ini tak hanya wajib mahir mengendarai motor besar, namun tentunya harus memiliki penampilan yang proporsional.
Terobosan Tersebut Dilakukan Direktorat Lalu Lintas Polda Bali Yang Kini Tengah Menyiapkan 15 Polwan Berparas Cantik Menjadi Lady Bikers. Mereka Akan Menjadi Tim Pengawal Tamu Super Vvip Termasuk Presiden.
Polwan-polwan cantik ini juga akan menunggangi ‘kuda besi’ yang beratnya mencapai 300 kilogram dengan kapasitas mesin 900 cc.
Sejak selasa, 1 Februari 2011 sudah terdapat 8 anggota ‘lady bikers’ berlatih di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar, untuk menguasai motor gede-moge yang nantinya akan mereka tunggangi dalam menjalankan tugas. Kedelapan lady biker yang dinamai ‘Motorace’ ini mendapat instruksi khusus dari pelatih asal Jakarta.


Kedelapan lady bikers ini memiliki postur ideal dengan tinggi rata-rata 168 cm ini awalnya cukup kesulitan membawa tunggangan baru ini. Bahkan mereka harus jatuh bangun untuk membuat posisi motor berdiri seperti semula. Namun dengan arahan tegas instruktur mereka perlahan mampu menguasai moge tersebut.
Mereka akan diberi latihan selama sepuluh hari termasuk bagaimana mengawal pejabat VVIP sekelas presiden dan tamu negara.
Dir. Lantas Polda Bali Kombes Syauqi Ahmad di sela-sela pelatihan mengatakan dari rencana merekrut 15 anggota saat ini baru diperoleh 8 personel. Syarat untuk menjadi anggota tim motorace ini diantaranya memiliki tubuh ideal dengan tinggi minimal 168 cm dan tentu berparas menarik karena juga bagian dari promosi pariwisata.




 
Copyright © 2013. Tips OTOMOTIF